Singkil - Gerakan Pemuda Ansor Aceh Singkil mengkritik cara Tim Gugus Tugas Covid-19 Aceh Singkil dalam menghadapi pandemi Covid-19.
 
GP Ansor Aceh Singkil mendesak agar Tim  ini memperbaiki cara menghadapi penyebaran penyakit yang disebabkan virus corona.
 
Menurut Ketua Ansor Mufkirul, cara Tim Gugus Tugas Covid-19 Aceh Singkil mengambil langkah isolasi mandiri terkait penanganan 15 kasus baru positif Covid-19 dikhawatirkan membuka peluang penambahan kasus baru.
 
"Karena jika dilakukan isolasi secara mandiri artinya membuka peluang semakin meningkatnya penyebaran Covid-19," kata Mufkirul melalui keterangan tertulisnya, Rabu (12/8).
 
Mereka yang dinyatakan positif, kata Mufkirul seharusnya mendapat perawatan maksimal oleh tim kesehatan penangan Covid-19, bukan membiarkan pasien melakukan isolasi secara mandiri.
 
Pasien setiap saat dapat berinteraksi dengan siapapun orang disekitarnya dan perawaratan menjadi tidak maksimal, terlebih tidak diawasi setiap saat.
 
Untuk itu, Tim Gugus Tugas Covid-19 Aceh Singkil diminta untuk segera melakukan tindakan konkret, cepat, dan terarah serta terpadu untuk segera mengambil langkah melakukan Karantina kepada mereka yang positif Covid-19.
 
"Lakukan tindakan konkret, cepat dan terarah serta terpadu dengan langkah karantina kepada 15 kasus positif Covid-19 baru," tegas Mufkirul.
 
Gedung Diklat Kepegawaian di Pulo Sarok menjadi salah satu lokasi karantina pasien Covid-19 yang sudah disiapkan oleh Pemda setempat.
 
Dirinya berharap semoga pasien yang terpapar Covid-19 segera diberi kesembuhan dengan penanganan yang intensif oleh Tim Gugus Tugas Covid-19.
 
Selain itu Ia juga mengajak masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan tetap tenang serta memperbanyak doa kepada Allah agar Aceh Singkil segera keluar dari situasi ini.
 
Sebanyak 19 kasus positif Covid-19 tercatat di Kabupaten Aceh Singkil hingga Rabu (12/8). (Hab)