Singkil - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil perketat perbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara. Hal ini dilakukan menyikapi meningkatnya kasus positif corona di Provinsi Aceh.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil Erwin SKM mengatakan, sesuai instruksi Gubernur Aceh agar memperketat daerah yang menjadi pintu masuk ke Aceh dari provinsi lain.

"Saat teleconference dengan Fokopimda Aceh, hanya satu posko yang dibiayai oleh Provinsi," kata Erwin, Rabu (1/7).

Menurut Erwin, pintu masuk ke Aceh Singkil dari Provinsi Sumut selain melalui jalur darat di Danau Paris, dapat melalui jalur laut. Untuk itu Pemkab mendorong agar posko dipelabuhan juga masih diaktifkan.

"Namun karena yang dibiayai oleh Provinsi hanya satu posko, untuk posko di pelabuhan sedang diusulkan apakah dibiayai dari daerah atau provinsi," tambahnya.

Bagi pendatang yang melintasi perbatasan dengan catatan lebih dari tiga hari, akan diupayakan akan di rapid test. Sementara bagi yang hanya melintas, cukup membawa surat keterangan bebas Covid-19 dari daerah asal.

Saat ditanya stok rapid test di Dinas Kesehatan, dikatakan Erwin saat ini kosong, yang masih ada di Puskesmas, mengingat sebelumnya rapid test dari Dinas Kesehatan sudah didistribusikan ke Puskesmas di masing - masing kecamatan. (Hab)