Singkil - Penerimaan Zakat dan Infak Baitul Mal Aceh Singkil pada tahun 2020 ini diperkirakan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Kepala Baitul Mal Aceh Singkil Ali Sadikin Pinto memperkirakan penerimaan zakat dan infak mencapai 4,7 miliar pada tahun ini, sementara pada tahun 2019 sampai 7 miliar.

"Pada tahun ini terjadi penurunan, ini mungkin karena sebab pandemi virus corona," kata Ali saat dikonfirmasi, Kamis (25/6).

Sehingga kata Ali para Muzakki, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) belum mencapai nisab zakatnya.

"Pada tahun 2019 itu nisab zakat 94 gram emas sesuai fatwa dewan syariah Baitul Mal Aceh, per gramnya harganya 600 -700 ribu,"

"Sementara sekarang harga emas 800 ribu dikali 94 gram emas itu 7 juta, baru diwajibkan membayar zakat 2,5 persen, kalau dibawah dari pendapatan senilai 94 gram emas, maka mereka hanya membayar 1 persen infak,"

Pada tahun lalu ASN diwajibkan zakat, karena pendapatan menurun sehingga ASN pada tahun ini hanya wajib infak.

Penyebab lainnya penerimaan zakat dan infak menurun ialah BLT dana desa, yang juga tidak ada pemotongan untuk bayar zakat maupun infak. "Oleh desa langsung diberikan ke masyarakat," tambahnya.

Kemudian pembangunan jalan yang biasa ada pemotongan zakat dan infak, karena virus corona minim pembangunan.

Saat ini Baitul Mal Aceh Singkil kata Ali baru dapat menghimpun zakat dan infak mencapai sekitar 400 an juta rupiah. Angka ini terbilang masih jauh dari perkiraan 4,7 miliar.

Dirinya berharap pandemi virus corona segera berakhir dan kehidupan kembali normal. (Hab)