Singkil, Xtrafm. Warga kecamatan Singkil khususnya para nelayan Pencari lokan yang menggantungkan hidupnya dengan mencari lokan di Sungai Singkil meminta Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat segera mengambil tindakan untuk menyudahi konflik buaya dan para nelayan.

 

Rostani, salah seorang tokoh Masyarakat Singkil kepada berita xtra pada selasa (31/03) mengatakan nelayan pencari lokan kembali menjadi korban kebuasan buaya-buaya yang hidup di sungai singkil, peristiwa dimangsanya Yusril (43) seorang Nelayan asal Desa siti Ambia pada minggu (29/3) saat mencari lokan oleh buaya, membuktikan bahwa saat ini buaya-buaya yang tinggal di sungai tersebut telah mengancam keselamatn para nelayan, ia mencatat dalam kurun waktu 4 bulan terakhir sudah dua kali terjadi peristiwa hilangnya nelayan pencari lokan.

“ nelayan yang dimangsa buaya pada minggu kemarin membuktikan bahwa sudah terjadi konflik antara nelayan dengan binatang buas dilindungi itu, apalagi ini bukan peristiwa pertama kali yang terjadi” ungkap rostani.

Kejadian ini menurut mantan ketua Panwaslu Aceh Singkil ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi, untuk itu ia meminta BKSDA segera mengambil langkah-langkah pencegahan sebelum jatuh korban lagi, bahkan jika terus dia biarkan tidak menutup kemungkinan akan terjadi konflik antara Nelayan dengan Buaya-buaya sungai itu.

“ BKSDA harus segera ambil tindakan pencegahan sebelum terjadi konflik yang lebih luas antara Nelayan dan Buaya” kata Rostani.

Selama ini menurut Rostani BKSDA melarang Nelayan Membunuh Buaya, namun BKSDA sendiri sebagai Instansi yang bertanggung jawab tidak pernah melakukan tindakan apa-apa untuk mencegah terjadinya interaksi antara buaya dengan nelayan, akibatnya Nelayan menjadi korban keganasan buaya-buaya itu. (putra)