Xtrafm, Singkil. Dermaga perahu angkutan penduduk kampung Kayu Me­nang, Kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil sejak setahun ter­­akhir  rusak. Kondisi ini mengakibatkan warga kesulitan untuk menaiki perahu yang menjadi angkutan utama ma­syarakat  menuju Singkil, ibu kota kabupaten atau tempat lain­nya.

 

Dermaga yang berfungsi sebagai tempat tambatan perahu angkutan warga terlihat memprihatinkan, kayunya sudah bu­suk dan di beberapa tempat copot dan patah.

Musahirin, warga Kayu Menang Sabtu (21/3), menyebutkan, kondisi warga di kam­pungnya sangat memprihatinkan karena berada di wilayah terpencil yang ha­nya dapat dijangkau dengan naik perahu melalui Sungai Sing­kil dan kanal sekitar 800 meter untuk dapat memasuki kam­pung.

Dikatakan, mayoritas warganya merupakan nelayan miskin sehingga tidak mampu untuk melakukan pembangunan der­maga kayu itu.

Ia mengharapkan agar pemerintah kabupaten dapat mem­ba­ngun dermaga itu, sehingga dapat membantu meringankan beban masyarakat kampung.

Selain kondisi dermaga, ujar Musahirin, kondisi kanal saat ini juga dangkal hanya dapat dilalui ketika pasang naik.  Jika pasang tidak naik, warga harus menarik perahu keluar kanal yang memakan waktu untuk  keluar dari kampung.

Kepala Kampung Kayu Menang, Rustam menyebutkan, kondisi itu sangat mengganggu per­kem­bangan perekonomian masya­rakatnya sehingga mem­butuhkan perhatian pemerintah kabupaten.

Menurut Rustam, kondisi ini telah dilaporkannya kepada peme­rintah kabupaten melalui hasil Musrenbang desa yang telah dilakukan untuk keberadaan pem­bangunan di desa terse­but. (Shp)