Singkil, Xtrafm.Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Aceh Tarmizi,SH.MH, menghimbau seluruh masyarakat Aceh Singkil agar dapat membentengi diri dan keluarga dari upaya pendangkalan aqidah yang belakangan ini sering terdengar upaya masuknya pendangkalan aqidah dari beberapa aliran yang dinilai sesat.

 

Hal tersebut disampaikan Kajati Aceh yang mengaku putra asli asal Aceh, ketika melakukan kunjungan kerja ke Pendopo Bupati Aceh Singkil, Rabu (18/3), pertemuan dipendopo tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Dulmursid, Kajari Aceh Selatan, Kajari Aceh Singkil, Ketua Pengadilan, sejumlah Anggota DPRK, tokoh masyarakat serta kepala SKPK,

Dalam kesempatan itu, Tarmizi menyarankan, upaya membentengi keluarga dari pendangkalan aqidah tersebut dapat dilakukan melalui syiar-syiar Islam dilingkungan tempat tinggal masyarakat masing-masing, jika tidak bisa secara maksimal dapat dilakukan dengan membentuk budi pekerti yang Akhlakul Karimah melalui pelajaran agama dan melakukan pengajian setiap rumah.

"membentengi diri itu dengan cara menggiatkan siar agama dalam lingkungan masing-masing, ini salah satu cara untuk menangkal masuknya aliran sesat." ujarnya.

Menurutnya Pemerintah Aceh saat ini sudah membentuk tim pemantau masuknya aliran sesat, meliputi dari unsur Ulama, Kandepag, Dinas dan dari kepolisian. tutur Tarmizi.

Sementara itu Bupati Aceh Singkil H.Safriadi,SH yang menyambut kunjungan kerja Kajati Aceh bersama rombongan dalam sambutanya seperti biasa menyampaikan bahwa Pemkab Aceh Singkil saat ini sedang giatnya melakukan pembangunan disegala sektor, dalam upaya mengangkat daerah dari kategori daerah tertinggal menjadi daerah berkembang.

Syafriadi mengatakan menurut data dari Kementerian Daerah Tertinggal, Aceh Singkil saat ini masuk dalam 84 daerah tertinggal, untuk itu saat ini Pemerintah terus berupaya melakukan berbagai program pembangunan guna melepaskan Aceh Singkil dari kategori tertinggal tersebut.

“upaya –upaya pembangunan saat ini terus kami lakukan, diantaranya pembangunan Pelabuhan Cargo bersumber dari pembiayaan APBN langsung yang sudah berjalan 80 persen serta pelabuhan CPO dari dana APBK, selain itu program pengentasan kemiskinan dan bembukaan jalan baru guna membuka keterisoliran daerah ini” terang Bupati. (putra)