Singkil - Untuk memutus rantai penyebaran virus Corona (Covid-19), Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid melakukan pembatasan sosial berskala besar dengan mengalihkan pasar mingguan menjadi harian. 
 
Pasar mingguan yang ditutup untuk selanjutnya diganti menjadi pasar harian diantaranya; Pasar Mingguan Singkil, Singkil Utara, Gunung Meriah, Simpang Kanan, Singkohor, Kuta Baharu, Suro, Danau Paris, Kuala  Baru, Pulau Banyak dan pasar mingguan Pulau Banyak Barat.
 
"Pasar mingguan tutup sementara dan diganti menjadi pasar harian dan para pedagang dianjurkan untuk melakukan aktivitas berjualan setiap hari pada masing-masing pasar tersebut," demikian keterangan tertulis Bupati Aceh Singkil Dulmusrid Nomor 510/547/2020 Tentang Percepatan Penanganan Covid-19 Bidang Perdagangan. 
 
Dalam surat tersebut Bupati memita masyarakat tidak berlebihan dalam berbelanja barang kebutuhan pokok dan barang penting lainnya. 
 
Sementara bagi pelaku usaha tidak memanfaatkan situasi dan membatasi penjualan pada konsumen yang berbelanja secara berjenjang serta tidak melakukan tindakan merugikan masyarakat seperti penimbunan barang kebutuhan pokok atau barang penting lainnya.
 
Selanjutnya kepada seluruh pedagang agar menyiapkan alat cuci tangan pada toko, distributor, grosir, kios, market, swalayan dan warung di tempat usaha berjualan masing-masing serta menganjurkan konsumen sebelum dan sesudah berbelanja agar mencuci tangan terlebih dahulu.
 
Dari pantauan di pasar terbesar di Aceh Singkil, pasar mingguan Rimo di Kecamatan Gunung Meriah, Minggu (5/4) terlihat pasar masih tetap buka. 
 
Baik pedagang maupun pembeli terlihat memadati lapak jualan. Penutupan pasar tradisional mingguan untuk diubah menjadi pasar harian di Aceh Singkil dinilai masih belum efektif.
 
Jeje salah seorang pedagang sepatu mengatakan tidak mengetahui kalau ada penutupan pasar mingguan diubah menjadi pasar harian. 
 
"Tadi kata kawan ada sosialisasi pengalihan pasar mingguan dari dinas terkait, tapi mungkin hanya di jalan saja, tidak masuk ke pasar, apalagi lapak jualan saya masuk ke dalam, agak jauh dari jalan raya jadi saya tidak mendengarnya," katanya.
 
Namun apabila benar dialihkan ke pasar harian, kata Jeje tidak mempermasalahkan hal itu. Lantaran apapun upaya pemerintah untuk mencegah virus Corona tetap harus didukung, asal jangan ditutup aja pasar.
 
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Aceh Singkil, Faisal mengatakan, penutupan pasar mingguan dilakukan secara bertahap. Tahap sosialisasi terus dilakukan pihaknya.
 
"Kemaren dan hari ini sudah diumumkan, karena hari ini hari pasar yang sudah terlanjur masyarakat berjualan, harus juga mempertimbangkan, tidak apa-apa masih buka, tadi juga sudah diumumkan melalui mobil patroli Satpol PP dan WH," kata Faisal saat dikonfirmasi, Minggu (5/4).
 
Faisal menyebutkan penutupan pasar mingguan yang diubah menjadi pasar harian tidak bisa dilakukan serentak. Sebab tidak semua pasar mingguan serentak di hari yang sama.
 
"Misal seperti di pasar mingguan gosong kan hari selasa, ada yang hari senin. Jadi di pasar mingguan tetap diberitahukan pada saat buka pasar,"
 
Faisal mengatakan instruksi pengalihan pasar mingguan menjadi pasar harian guna memecah keramaian. Selain pasar mingguan Rimo, di Kecamatan Gunung Meriah terdapat pasar harian lae butar. "Iya tetap buka, yang namanya pasar harian tetap seperti biasa, tidak musti harus bertumpuk," pungkas Faisal. (Hab)