347 Hektar lebih Lahan Eks HGU Nafasindo Aceh Singkil Resmi  di Kelola Oleh KPPB

Aceh Singkil, Sengketa panjang yang melibatkan masyarakat 22 Desa dalam wilayah Kabupaten Aceh Singkil tuntas sudah, 347, 4 hektar lahan yang disengketakan kini remi menjadi milik masyarakat dan dikelola oleh Koperasi Produksi Perjuangan Bersama (KPPB).

Hal itu sebagaimana di sampaikan oleh Dewan Penasehat KPPB Sairun, Senin (13/2), ia mengatakan serah terima fisik lahan seluas 347,4 hektar tersebut merupakan hasil tindaklanjut dari penyelesaian konflik panjang antara masyarakat dengan pihak perusahaan oleh Pemerintah Aceh dan Kabupaten Aceh Singkil.

"Hari ini secara resmi kita akan  yang mengelola lahan ini, kami berterimakasih pada perusahaan, ini  adalah komitmen mereka menindaklanjuti keputusan pemerintah Aceh, dan ini satu-satunya sengketa lahan yang bisa diselesaikan dengan baik di Aceh, kita patut bersyukur" Kata Sairun dalam Kegiatan Syukuran di lokasi pos penjagaan kebun KPPB.

Sairun berharap pengurus KPPB dalam mengelola lahan dengan baik, apalagi lahan tersebut merupakan hasil resolusi konflik yang melibatkan masyarakat 22 desa, sehingga tidak boleh sampia ada klaem bahwa lahan tersebut hanya milik satu kelompok saja.

"Ini adalah hasil perjuangan bersama, jangan ada klaem bahwa lahan ini milik satu desa, ini adalah lahan milik masyarakat 22 desa yang selama ini berjuang bersama" ujarnya.

Sairun berharap, kedepan antara KPPB dan HGU Nafasindo dapat menjalin kerjasama, baik itu menyangkut pembinaan dan fasilitas untuk peningkatan produksi maupun kerjasama dalam menjaga keberadaan perkebunan.

Manager Administrasi & AM  PT. Nafasindo Malik Rusdi yang berhadir dalam acara itu mengaku siap memberikan dukungan kepada KPPB dalam mengelola lahan tersebut,  yang terpenting  adalah komitmen dari pegurus Koperasi itu sendiri.

"Secara pribadi saya siap membantu,  tapi perlu diketahui bahwa perjuangan ini masih panjang, koperasi harus dikelola secara profesional, perlu komitmen" kata Malik.

Malik juga mengajak pengurus KPPB untuk memperjelas tapal batas lahan, sehingga kedepan tidak menimbulkan persoalan.

" ini  untuk kepentingan bersama, karena semua saling berhubungan untuk memajukan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat" pungkas malik.

Hadir dalam acara syukuran tersebut Ketua KPPB Zuliyadin, Muspika Kecamatan Kuta Baharu dan sejumlah pengurus dan anggota KPPB lainya.

Twitter

Facebook

Video